Pages

Selasa, 24 Mei 2011

Media pembelajaran untuk pengembangan motorik kasar Anak Usia Dini



Perkembangan motorik kasar anak usia Kelompok bermain / play group (3-4 tahun)
Perkembangan motorik  yaitu pengembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, otot syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Perkembangan motorik kasar yaitu perkembangan motorik yang dikontrol oleh Lobus Frontal dimana perkembangan jasmani anak ditekankan pada koordinasi gerakan tubuh, seperti : lari, melompat, bergantung, melempar dan menangkap. Anak usia 3-4 tahun memasuki masa dimana anak tidak dapt diam. Anak akan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan fisik dan mengandung bahaya.
Karakteristik motorik kasar anak usia kelompok bermain (3-4 tahun ) :
§  Menyukai kegiatan fisik yang mengandung bahaya
§  Tidak bisa diam
§  Suka berlarian kesana-kemari
§  Suka memperlihatkan kehebatan di depan anaka lainnya
Dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak Usia Dini, ada sebuah alat permainan edukatif yang dapat menunjang perkembangan motorik kasar yang ditujukan kepada anak usia kelompok bermain (3-4 tahun ). Berikut dijelaskan bagaimana bentuk medianya dan cara menggunakannya. 


Kotak Rintangan
Kotak rintangan adalah alat permainan terbuat dari kardus bekas yang dibungkus kain flanel yang dijait. Alat pemainan ini berbentuk persegi berwarna-warni digunakan untung mengembangkan kemampuan motorik kasar anak Usia Dini. Dapat dipakai untuk anak usia 3-4 tahun yang bisa juga digunakan untuk pembelajaran warna.

Alat dan bahan
  1. Kardus bekas
  2. Kain flanel
  3. Benang
  4. Jarum, gunting, cutter
Cara pembuatan
1.      Kardus dipotong ukuran 20x20 cm
2.      Kain flanel dipotong 20x20 cm
3.      Kain dijait
4.      Potongan kardus dimasukkan ke dalam kain yang sudah dijahit

Tujuan pembuatan
Sebagai calon guru anak usia dini kita bisa mengetahui bagaimana cara membuat Alat Permainan Edukatif untuk anak usia dini sesuai dengan usia anak dengan alat dan bahan yang sederhana.

Manfaat media
  1. Sebagai stimulus perkembangan anak, terutama perkembangan motorik kasar anak usia dini.
  2. Sebagai alat permainan untuk pembelajaran warna.
  3. Melatih keseimbangan anak. 


Deskripsi cara permainan kotak rintangan adalah sebagi berikut 

1.  Menata urut persegi/kotak warna secara berjejer atau berbanjar

a.  Anak melompati kotak-kotak tersebut dengan dua kaki sampai habis di kotak yang terakhir.
b.  Anak melompati kotak-kotak tersebut  dengan satu kaki secara bergantian kanan dan kiri.
c.  Anak melompati kotak-kotak tersebut dengan satu kaki, pertama kaki kanan terlebih dahulu berikutnya kaki kiri, dan sebaliknya.
d. Sebaliknya anak melewati kotak-kotak dengan melompat seperti uraian diatas.
1.      
2. menata kotak dengan cara zig zag


a.    Anak melompati kotak-kotak dengan dua kaki.
b.    Anak melompat dengan satu kaki bergantian.
c.    Anak berlari kecil-kecil melewati sesuai kotak yang dipasang zig-zag.

3. kotak ditata secara berjejer


a.    Anak melompati kotak dengan cara kaki kiri diletakkan di kotak warna hitam dan kaki kanan diletakkan di kotak warna biru, lalu melompat bersamaan di kotak berikutnya sampai selesai.
b.    Dua kaki diletakkan di kotak hitam, lalu anak melompat ke samping kanan (kotak biru), lalu melompat kedepan (kotak orange), lalu kesamping lagi (kotak pink), dan seterusnya sampai pada akhirnya di kotak warna ungu.
c.    Seperti cara b, anak melompat dari kotak hitan ke kotak biru lalu melompat ke kotak pink, selanjutnya ke kanan kekotak orange, lalu ke kotak merah dan seterusnya.

4. kotak ditata melingkar


Anak melompati dengan dua kaki. Melompat dari warna apa saja dan berakhir pada warna itu juga, sehingga memutar. Misalnya melompat dimulai dari warna hitam, maka berakhirnya pun juga di kootak warna hitam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar