Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 April 2013
Ibu,, inilah dunia bocah
ibu,,
Si bocah bermata bening itu
tak peduli dunia akan runtuh
Selalu saja dapat menemukan keceriaan
dan kebahagiaan dalam kesungguhan
lewat permaianan yang ditemukan
kapanpun dan dimanapun berada
menyulit kerinduan si tua yang telah tergenggam usia
kerinduan masa lalu yang tak pernah kembali
ibu,,
dunia bocah adalah dunia impian
tempat semua yang indah bersemayam
tempat semua yang sedih tak dapat tempat
tempat semua sanjung-canda bermuara
tempat semua pengalaman tak terlupakan dan
tempat harapan tertanam dalam
ibuu,,,
bagimu anak adalah matahari pagi, rembulan malam
puisi ini diambil dari:
Nurgiyantoro, Burhan.(2010). Sastra Anak. Yogyakarta: UGM
Sabtu, 26 Mei 2012
Anak-anak yang Bingung
Oh mama..... Oh papa...
Engkaulah idolaku, tempatku berlindung
Dipelukanmu aku merasa aman dan terlindung
Engkau rawat dirimu, engkau berikan aku contoh
Dengan semua perkataan dan tindakanmu
Walaupun terkadang ada yang aneh
Ku tak berani mempertanyakannya
Diluaran engkau begitu manis pada setiap orang
Walaupun orang itu berbuat salah
Engkau tersenyum memberikan maaf
“Oh,,,, tak apa saya bisa mengerti,” katamu
Di dalam engkau begitu sadis kepadaku
“kenapa kau gambari sprei mama, hah?”
“kenapa kau coret mobil papa, hah?”
Demikian engkau menghardikku, mengagetkanku
Remuk redam hatiku
Mendengarkan suara yang kuharap manis
Memberikan pujian atas gambarku
“Ini baru peringatan,” katamu dan
Tangan kuatmu melayang
Apa daya tubuh mungilku, menahan tamparan dan
pukulan,
Dari orang yang kuharap dengan sepenuh hati
Memberi perlindungan dan kasih sayang
Anak
Anakmu
bukan milikmu
Mereka
adalah putra putri sang hidup,
Yang rindu
akan dirinya sendiri
Mereka
lahir lewat engkau
Tetapi
bukan dari engkau
Mereka ada
padamu..... tetapi bukan milikmu
Berilah
mereka kasih sayang
Namun
jangan berikan pemikiranmu
Karena
pada mereka ada alam pikiran sendiri
Patut kau
berikan rumah bagi raganya
Namun
tidak bagi jiwanya
Sebab jiwa
mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tidak
dapat kau kunjungi
Sekalipun
dalam mimpimu
Engkau
boleh berusaha menyerupai mereka
Namun
tidak boleh membuat mereka menyerupai engkau
Sebab
kehidupan tidak pernah berjalan mundur
Ataupun
tenggelam ke masa lampau
Engkaulah
busur tempat anakmu
Anak panah
hidup,, melesat pergi
(Kahlil gibran)
Puisi
ini diambil dari buku “hypnoparenting (menjadi orangtua efektif dengan
Hipnosis)” pengarang Ariesandi Setyono (2006)
Kamis, 12 April 2012
Untuk Ibu
Ibu,,
Sudah besarkah aku?
Inginku mengadu kepadamu tentang yang aku rasakan sekarang,,
Ibu, akankah dirimu memaafkan segala kesalahan anak2mu?
Aku tak berdaya ibu,
Raga ini ingin sekali memelukmu
Ibu yang selalu mendoakanku
Ibu yang selalu membimbingku
Ibu yang senantiasa mengingatkanku
Ibu, taukah dirimu jika sekarang aku sesakit ini
Ibu, taukah kalau hatiku terisak-isak
Menangis hati ini bila mengingat semua penderitaanmu
Bangganya aku memilikimu
Aku sakit jika harus menyakitimu
Sudah besarkah aku?
Inginku mengadu kepadamu tentang yang aku rasakan sekarang,,
Ibu, akankah dirimu memaafkan segala kesalahan anak2mu?
Aku tak berdaya ibu,
Raga ini ingin sekali memelukmu
Ibu yang selalu mendoakanku
Ibu yang selalu membimbingku
Ibu yang senantiasa mengingatkanku
Ibu, taukah dirimu jika sekarang aku sesakit ini
Ibu, taukah kalau hatiku terisak-isak
Menangis hati ini bila mengingat semua penderitaanmu
Bangganya aku memilikimu
Aku sakit jika harus menyakitimu
Langganan:
Postingan (Atom)

