Pages

Selasa, 17 April 2012

Pohon kenangan dan bangku cinta “Lie To Me”


Pohon kenangan dan bangku cinta.
Hehehe, itulah sebutan yang saya berikan untuk pohon sakura dan bangku yang menjadi bukti kisah cinta Gong Ah Jong dan Hyun Gi Joon. Disanalah mereka bertemu setiap saat ketika mereka ingin bertemu. Disanalah ketika bunga sakura berjatuhan dan bertebaran menjadikan cinta mereka semakin berbung dan hati mereka bertaburan indahnya bunga sakura. dari awal menyaksikan drama korea yang satu ini, saya sudah jatuh cinta dengan ceritana, pemainnya dan tokoh-tokoh yang berperan dalam drama ini, terumana tokoh Hyun Gi Joon yang diperankan oleh KAng Ji Hwan.

Sedikit cerita di Pohon Kenangan dan Bangku cinta, pada episode ke lima yang menurut saya sangat romantis dan terlalu manis untuk dijadikan sebuah kenangan dari kisah drama korea ini. 


Bermula dari Gong Ah Jong yang mabuk berat setelah bertemu dengan teman lamanya So Ran. Bukannya menambah senang malah membuat pikiran Ah Jong menjadi kalut dan mabuk berat. Dengan susah payah Gi Joon membersihkan kemeja mahalnya dengan air dan tissue karena kotor terkena muntahan dari Ah Jong. Uhh, sungguh gadis yang sangat payah sekali. Setelah lamanya membersihkan akhirnya kemeja dan jaz setelan yang begitu buruk karena terkena muntahan kini terlihat menawan lagi dipakai oleh Gi Joon. Laki-laki ini memang selalu begitu dalam penampilannya, menawan dan sangat terlihat gagah. Ah Jong yang tersadar tentang ulahnya yang buruk itu membuatnya merasa malu sekali. Sudah kembali penuh kesadaran Ah Jong akhirnya Gi Joon mengantarkan gadis urakan ini pulang kerumah. Walaupun sempat Gi Joon memarahi Ah Jong namun karena sudah larut malam akhirnya Gi Joon pun mau mengantarkan Ah Jong kembali kerumahnya. 


Begitu indah pemandangan malam itu karena dengan musim dingin bunga sakura yang mekar dan berjatuhan di sepanjang jalan yang dilewati Ah Jong dan Gi Joon semakin indah. Sebelum sampai kerumah, Ah jong sangat menikmati malam itu walaupun begitu dingin ia rasakan. Duduk di bangku bawah pohon sakura mungkin membuatnya begitu nyaman, ditambah dengan bunganya yang lagi mekar. Gi Joon tidak kalah bersemangat untuk menikmati malam dingin itu bersama Ah jong dibawah pohon. 



Lama mereka menikmati suasana tidak ada suara apapun hanya daun dan bunga yang berjatuhan akhirnya Ah Jong mulai basa-basi dan menanyakan hal yang sangat sepele, “Kau tidak pergi?”. Sungguh suasana yang sangat kontras dengan keadaan mereka sebelum-sebelumnya yang selalu dengan keributan.
Dengan santai Gi Joon pun menjawab, “Jika aku membiarkan kau pergi dan sesuatu akan terjadi.” Senyumnya yang renyah membuatku semakin mengagumi sosok Gi Joon ini.


“Terjadi sesuatu??”. Raut muka Ah Jong sedikit bingung karena tidak mengerti maksud Gi Joon.

Belum selesai bicara Gi joon langsung angkat bicara sekali lagi dengan nada yang enteng, “Ini bukan berati aku terlalu peduli, tetapi jika sesuatu terjadi padamu bukankah saya yang akan menjadi tersangka utama?” sekali lagi lelaki rupawan ini memamerkan senyumnya kepada Ah Joong yang membuatnya malu-malu.

“Sangat bertanggung jawab.” Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Ah Jong, karena merasa malu dan tersanjung. Jauh didalam hatinya Ah Jong menemukan sesosok laki-laki yang mempunyai tanggung jawab. 

Mendengar jawaban Ah Jong, Gi Joon pun menarik nafas antara lega dan menahan udara dingin yang kian merasuk kedalam tulang. “Anggap saja sebagai sikap buruk” katanya lagi. 

Gelagat Gi Joon membuat Ah Jong bertanya, “Apakah kamu kedinginan???”. Sepertinya Ah Jong ingin memeluk dan menghangatkan badah Gi Joon yang sepertinya bisa kaku terkena angin. “Kamu pasti lebih lemah dari yang terlihat” tambahnya sambil menyentil lengan Gi joon dengan jari telunjukknya.

Sedikit kesal namun tidak menyesal Gi Joon menjawab, “Itu karena aku memakai pakaian basah. Aku sangat berteimakasih padanya.

“Maafkan aku”, hanya itu yang bisa dikatakan oleh Ah Jong.

“tentu saja kamu harus menyesal.” Sikap dingin yang selama ini selalu ada dalam diri laki-laki ini kembali keluar setelah Ah Jong mengucapkan kata maaf. 


Ah Jong menyeringai lebar ketika bunga sakura berjatuhan di depan mereka, mengenai juga rambut dan muka Ah Jong. Melihat bunga yang begitu indah dan gadis yang tersenyum sangat manis siapa yang tidak menjadi luluh hatinya. Begitu pula dengan pengusaha muda ini, ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Ah Jong. Sesaat mereka terdian menikmati bunga yang berjatuhan. 

"Apa kamu menyukai laki-laki itu?” Pertanyaan Gi joon membuyarkan pandangan Ah Jong pada bunga-bunga. 

“Siapa?” Pura-pura Ah Jong tidak paham dengan pertanyaan Gi joon, tetapi Ah jong mengerti sekali kemana arah pertanyaan Gi Joon yaitu tentang laki-laki yang menjadi cinta pertama Ah Jong ‘Jae Boom’.

Gi Joon kembali menjelaskan pertanyaannya, “Orang yang berselingkuh itu”. Penjelasan itu membuat Ah Jong diam seketika dan menatap Gi Joon yang mulai bicara kembali tentang cinta pertamanya. “Itu karena kamu masih menyukai dirinya dan kamu merasa kehilangan”, tegasnya.

Pikiran Ah Jong kembali kepad amasa lalunya, namun itu tidak membuatnya merasa sedih. Menjawab pertanyaan Gi Jon, dia pun segera menarik nafas pajang agar tidak kedengaran seperti apa yang sudah dikatakan Gi Joon, “ini bukan karena aku suka padanya. Aku hanya kecewa. Kecewa dalam cinta. Perasaan semacam ini benar-benar tidak baik. Kebanyakan orang akan berubah. Baik itu baik atau buruk. Tapi karena dia cinta pertama saya, tidak bisakah dia tetap menjadi keren seperti yang saya ingat?”.


“Tidak. Sendiri itu lebih menyakitkan”.
Sesaat mereka berdua terdiam dan memaknai setiap kata yang mereka ucapkan sambil menikmati suasana yang begitu indah. Mereka terus menikmati sakura yang terus berjatuhan yang semakin kencang angin berhembus di malam itu semakin banyak pula bunga yang di taruknya untuk berguguran menghidupkan malam nan kian sepi. Mata mereka beradu dan lama sekali mereka saling menatap wajah keduanya. 

Ah Jong merasa bahwa cinta pertamanya telah berakhir dan dia akan menguburkannya dalam-dalam, akan tetapi cinta yang lain tumbuh. Disinilah tumbuh perasaan Ah jong terhadap Gi joon, dan dia mulai menyukai laki-laki ini. 

Lama menatap wajah gadis yang manis dibawah sinar bulan yang begitu indah menambah indahnya malam itu. Kembali Gi joon menatap Ah Jong, mulai dari rambut, mata, hidung, bibir, dagu, membuat Gi Joon menyadari bahwa gadis ini tidak seburuk apa yang dipikirkannya selama ini. Gi Joon merasa bahwa ada daya tarik tersendiri melihat gadis yang begitu cantik di hadapannya sekarang ini. 

Ah Jong pun demikian. Dia mulai menatap dengan seksama wajah lelaki muda ini. Memang benar-benar tampan pikirnya. 

Keheningan malam membuat mereka larut, seakan menarik alunan musik romantis hadir ditengah-tengah mereka dan membawa Gi joon untuk mendekati Ah Jong. Perlahan tetapi pasti Gi joon mengarahkan wajahnya tepat di depan wajah Ah jong. Kembali mereka saling tatap dengan jarak yang begitu dekat. 


Entah apa yang merasuki perasaan dan jiwa Gi Joon dan apa yang akan terjadi pun dia tidak perduli, dia hanya mengikuti perasaan yang kini berdegup kencang. Ah Jong segera menutup matanya perlahan, dan membuat Gi Joon semakin mendekatkan bibirnya kearah bibir Ah Jong. Dengan erat Ah jong meremas kedua tangannya takut sesuatu yang besar akan terjadi.
 



Namun, Ah Jong pun segera tersadar apa yang akan terjadi, cepat-cepat dia membuka matanya. Kaget setengah mati bahwa bibir Gi joon sudah hampir bersentuhan dengan bibirnya. Melihat ekspresi Ah Jong yang kaget dan sedikit takut membangkitkan kesadaran Gi Joon. Sunggung sangat memalukan pikirnya. Cepat-cepat dia mengalihkan perhatian dengan membersihkan bunga-bunga yang menempel di jas mahalnya. 

Ooohh, tidak disangka hal ini bisa terjadi. Hehehee,, malu banget rasanya lihat adegan ini. Melihat Ah Jong dan Gi joon menjadi serba salah, grogi, salah tingkah, malu, dan apalah yang mereka rasakan saat itu J. Di hari-hari berikutnya mereka banyak bertemu dan menghabiskan banyak waktu disini. Di tempat dimana orang lain tidak bisa merasakan kehangatan di tengah-tengah udara dingin yang begitu menyengat tulang. Dimana bunga-bunga sakura bertaburan menghiasi bangku yag menjadi saksi tumbuhnya benih-bih cinta Gong Ah Jong dan Hyun Gi Joon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar